Persyaratan aplikasi pelumas food grade di industri makanan

Keamanan pangan dalam industri pangan merupakan hal yang paling penting dalam industri ini, dan setiap peralatan atau bahan yang bersentuhan dengan pangan harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan yang ketat. Selama proses produksi, masalah produksi yang disebabkan oleh rendahnya efisiensi mesin sangat mengkhawatirkan. Pelumas food grade memegang peranan penting. Akan tetapi, tidak seperti industri lainnya, industri pangan memiliki persyaratan yang sangat ketat untuk pelumas. Kualitas dan keamanan pangan berhubungan langsung dengan pelumas yang aman untuk pangan; kepatuhan, kebersihan, dan keamanannya memengaruhi penggunaan yang sah pada mesin.
Industri makanan sangat sensitif dalam hal penggunaan pelumas. Diperkirakan 5% hingga 10% pelumas yang digunakan dapat bersentuhan secara tidak sengaja dengan makanan selama penggunaan. Bahkan sejumlah kecil kebocoran atau residu pelumas dapat menimbulkan risiko keamanan pangan yang serius. Oleh karena itu, ada persyaratan yang sangat tinggi untuk keamanan pelumas food grade.
Menurut statistik, di seluruh dunia, sekitar 80% mesin industri makanan dalam pengolahan makanan memiliki persyaratan pelumasan. Gesekan dan keausan merupakan masalah yang tak terelakkan bagi peralatan. Pelumasan yang tidak tepat akan meningkatkan waktu henti peralatan hingga 30%. Oleh karena itu, manajemen pelumasan yang tepat diperlukan untuk secara signifikan mengurangi waktu henti peralatan yang disebabkan oleh keausan mekanis dan meningkatkan efisiensi produksi. Pabrik pengolahan makanan bergantung pada mesin besar untuk melakukan berbagai tahap operasi seperti pencampuran, pemotongan, pengemasan, dan transportasi. Penggunaan gemuk food grade dapat mengurangi gesekan, meminimalkan keausan, memperpanjang umur peralatan, dan memastikan pengoperasian mesin yang efisien. Ini penting untuk mesin seperti konveyor, mixer, pemotong, dan peralatan pengisian.



















