Mengapa Pelumas Berubah Warna?

Beberapa klien telah memperhatikan bahwa warna pelumas mereka berbeda dari sebelumnya ketika telah digunakan untuk beberapa waktu atau bahkan belum digunakan.
Perubahan warna pelumas Anda dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Perubahan operasional normal:
OKSIDASI:
PENGUMPULAN KONTAMINAN:
PENGURANGAN ADITIF:
FAKTOR CAHAYA:
Penyebab yang berpotensi mengkhawatirkan:
Apakah Perubahan Warna Mempengaruhi Kinerja Pelumas?
Perubahan Warna yang Tidak Mempengaruhi Kinerja
Perubahan Warna Yang Dapat Mempengaruhi Kinerja
Perubahan Warna Menyebabkan Dampak Kinerja
1 Coklat tua/Hitam Oksidasi Peningkatan viskositas oli
Efisiensi perpindahan panas berkurang
Pembentukan lumpur yang menyumbat saluran minyak
Efektivitas aditif berkurang
2 Putih susu/Krem Kontaminasi air atau cairan pendingin Kekuatan lapisan minyak berkurang
Meningkatnya risiko korosi
Kerapuhan hidrogen pada logam
Promosi oksidasi dan pertumbuhan bakteri
3 Warna lebih terang/Menipis Pengenceran bahan bakar Viskositas oli menurun
Kekuatan lapisan minyak berkurang
Titik nyala lebih rendah
Peningkatan potensi keausan
4 Kilauan metalik Partikel logam yang berlebihan Indikasi keausan abnormal sudah terjadi
Potensi terjadinya keausan abrasif saat partikel bersirkulasi
Kemungkinan penyumbatan saluran oli
5 Perubahan warna dengan lumpur Deplesi/dekomposisi aditif Mengurangi resistensi terhadap korosi, keausan, dan oksidasi
Dampak pada stabilitas viskositas
Penurunan kinerja tekanan ekstrim
| Perubahan Warna | Menyebabkan | Dampak Kinerja | |
|---|---|---|---|
| 1 | Coklat tua/Hitam | Oksidasi | Peningkatan viskositas oli Efisiensi perpindahan panas berkurang Pembentukan lumpur yang menyumbat saluran minyak Efektivitas aditif berkurang |
| 2 | Putih susu/Krem | Kontaminasi air atau cairan pendingin | Kekuatan lapisan minyak berkurang Meningkatnya risiko korosi Kerapuhan hidrogen pada logam Promosi oksidasi dan pertumbuhan bakteri |
| 3 | Warna lebih terang/Menipis | Pengenceran bahan bakar | Viskositas oli menurun Kekuatan lapisan minyak berkurang Titik nyala lebih rendah Peningkatan potensi keausan |
| 4 | Kilauan metalik | Partikel logam yang berlebihan | Indikasi keausan abnormal sudah terjadi Potensi terjadinya keausan abrasif saat partikel bersirkulasi Kemungkinan penyumbatan saluran oli |
| 5 | Perubahan warna dengan lumpur | Deplesi/dekomposisi aditif | Mengurangi resistensi terhadap korosi, keausan, dan oksidasi Dampak pada stabilitas viskositas Penurunan kinerja tekanan ekstrim |
Kesimpulan
Perubahan warna pelumas itu sendiri tidak secara langsung memengaruhi kinerja, tetapi sering kali berfungsi sebagai indikator penting kondisi peralatan. Perubahan warna yang bertahap dan normal dapat diterima, tetapi perubahan warna yang tiba-tiba atau tidak biasa dapat mengindikasikan masalah yang perlu diperhatikan.
Untuk peralatan profesional dan aplikasi kritis, analisis oli secara berkala direkomendasikan daripada hanya mengandalkan inspeksi visual untuk menentukan kondisi pelumas. Analisis oli dapat mendeteksi kontaminan, partikel keausan, dan tingkat degradasi oli secara akurat, sehingga memberikan dasar yang lebih ilmiah untuk menentukan kapan pelumas perlu diganti.



















